Belum ada judul

Belum ada judul
Kamehameha

Rabu, 15 Juni 2011

Menyayangkan Tingginya Angka Kemiskinan Di Kabupaten Jember.


Beberapa waktu lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) Jember merilis angka kemiskinan. Yang menarik untuk dicermati, ternyata Kabupaten Jember menempati urutan pertama, terkait angka kemiskinan di Jawa Timur. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember, mencapai 237.700 kepala keluarga. Jumlah tersebut ternyata terbanyak, jika dibandingkan dengan 38 Kabupaten, Kota Sejawa Timur. Terkait persoalan ini, bagaimana Pemkab Jember menyikapinya? Lalu, bagaimana pula dewan menyikapi persoalan ini?
Kabupaten Bondowoso menempati posisi kedua, dengan angka kemiskinan mencapai 167.366 KK, sedangkan di posisi ketiga, ditempati oleh Kabupaten Malang sebanyak 155.845 KK.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, Nela Oktaviana menjelaskan, secara keseluruhan angka kemisikinan di Jawa Timur berjumlah 3 juta lebih. Yang dikelompokkan menjadi tiga, sangat miskin, miskin dan hampir miskin. Nela menambahkan, angka kemisikinan di Jember memang menempati urutan pertama di Jawa Timur. Namun kata dia, jika dijumlahkan dengan total Jumlah Penduduk Di Jember, kabupaten jember tidak tergolong kabupaten termiskin.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jember, Miftahul Ulum, mengaku kaget dengan Data Kemiskinan Di Jember, sebab selama ini, DPRD Jember sudah sering mengingatkan, agar pendataan keluarga miskin, dilakukan dengan hati-hati dan cermat.
Ulum menambahkan, dirinya tidak habis fikir dengan tingginya angka Kemiskinan Di Jember. Padahal kata dia, pada pendataan Program Jamkesmas, Pemkab Jember justru tidak mengambil seluruh kuotanya. Pemkab beralasan, Di Jember sudah tidak ada masyarakat miskin.
Pernyataan tersebut lanjut Ulum, bertolak belakang dengan data dari BPS, dimana Jember menempati urutan pertama persoalan kemiskinan. Semestinya kata dia, Pemkab Jember harus berani jujur dan menyampaikan fakta sebenarnya, bahwa warga miskin di jember jumlahnya masih banyak.
Ulum khawatir, jika pemkab tidak terbuka terhadap persoalan kemiskinan, akan berdampak kepada minimnya program pengentasan kemiskinan, baik dari APBD Jawa Timur Maupun APBN.
Ulum berharap, agar pemkab segera mengambil langkah konkrit terhadap persoalan ini. Sebab menurutnya, jika terus dibiarkan bukan tidak mungkin, angka kemiskinan di jember terus meningkat.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf atau yang akrab di panggil Gus Ipul menjelaskan, Pemprov Jawa Timur sudah menyiapkan program pengentasan kemiskinan, melalui program pemberdayaan.
Untuk jenis programnya lanjut Gus Ipul, akan disesuaikan dengan kategori kemiskinannnya. Misalkan, untuk rumah tangga sangat miskin, akan diberikan bantuan dalam bentuk tunai. Sedangkan untuk rumah tangga miskin dan hampir mendekati miskin, pemprov akan memberikan pinjaman modal. Dengan harapan, mereka dapat mengelola modal tersebut, untuk membukan modal usaha.
Sementara Wakil Bupati Jember, Kusen Andalas mengatakan, persoalan data kemiskinan dari BPS, akan dibicarakan dengan DPRD Jember, sebab menurutnya, persoalan ini harus dibahas bersama antara legislatif dan eksekutif.
Kemudian lanjut Kusen, Pemkab Jember akan mensinkronkan data dari BPS dengan data dari Dispenduk. Minimal kata dia, darisini akan terlihat, apakah data tersebut merupakan data tambahan, atau data baru.
Kusen menambahkan, Pemkab Jember tidak akan tinggal diam terhadap persoalan ini. Apalagi pengentasan kemiskinan menjadi perhatian serius presiden. Salah satu langkah konkrit yang akan dilakukan, akan merubah arah Pembangunan Jember Di APBD 2010.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar